FAKTA JATENG

Loading

Dieng Plateau: Menjelajahi Kompleks Candi Tertua dan Fenomena Embun Upas di Ketinggian

Dieng Plateau: Menjelajahi Kompleks Candi Tertua dan Fenomena Embun Upas di Ketinggian

Dieng Plateau di Jawa Tengah adalah destinasi wisata yang menawarkan perpaduan langka antara warisan sejarah kuno dan keajaiban geologis yang dingin. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng (yang berasal dari kata Di Hyang, berarti tempat bersemayam para dewa) menyimpan bukti peradaban Hindu tertua di Jawa. Upaya Menjelajahi Kompleks Candi di sini adalah perjalanan kembali ke abad ke-7 dan ke-8 Masehi, jauh sebelum era Borobudur dan Prambanan. Candi-candi ini tersebar dalam beberapa kelompok kecil, menjadikannya pengalaman unik dalam Menjelajahi Kompleks Candi yang terintegrasi dengan alam pegunungan. Melalui Menjelajahi Kompleks Candi Dieng, kita dapat memahami permulaan seni arsitektur dan keagamaan di Jawa kuno.

Keunikan Candi dan Warisan Kuno

Candi-candi di Dieng—seperti Kelompok Arjuna, Srikandi, dan Gatotkaca—memiliki bentuk arsitektur yang lebih sederhana dan compact dibandingkan candi-candi di Jawa Tengah Selatan. Ukurannya yang kecil dan lokasinya yang terpisah-pisah di tengah dataran tinggi menunjukkan karakteristik pemujaan yang berbeda. Berdasarkan prasasti yang ditemukan, pembangunan candi-candi ini diperkirakan terjadi pada masa Dinasti Sanjaya. Arkeolog Ahli Epigrafi, Dr. Haris Pradana, Ph.D., dalam laporannya mengenai konservasi Dieng pada tahun 2024, mencatat bahwa Candi Arjuna merupakan yang paling terawat dan menjadi benchmark utama dalam penelitian arsitektur candi masa awal.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah menetapkan batas kunjungan wisatawan ke kompleks Candi Arjuna per tanggal 1 Mei 2025 maksimal 500 orang per hari untuk meminimalisasi kerusakan akibat sentuhan dan polusi, memastikan warisan ini tetap lestari.

Fenomena Embun Upas di Ketinggian

Selain sejarah, Dieng terkenal dengan fenomena alamnya yang menakjubkan: Embun Upas. Embun upas adalah kristal es tipis yang terbentuk ketika suhu udara di dataran tinggi turun sangat drastis, seringkali mencapai di bawah 0 derajat Celcius saat musim kemarau, terutama antara bulan Juni hingga Agustus. Kristal es ini menyelimuti tanaman dan rumput, memberikan pemandangan yang indah namun mematikan (upas berarti racun dalam bahasa Jawa) bagi tanaman kentang milik petani.

Momen terbaik untuk menyaksikan fenomena langka ini adalah tepat sebelum matahari terbit, sekitar Pukul 05.30 WIB. Fenomena ini bukan hanya daya tarik wisata, tetapi juga indikator perubahan iklim lokal yang sedang diamati oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah sejak tahun 2022, dengan mencatat suhu terendah yang pernah tercatat mencapai -5 derajat Celcius.