FAKTA JATENG

Loading

Festival Grebeg Maulud: Perayaan Maulid Nabi di Keraton Solo/Yogya

Festival Grebeg Maulud: Perayaan Maulid Nabi di Keraton Solo/Yogya

Festival Grebeg Maulud adalah salah satu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang paling ikonik dan meriah di Indonesia, khususnya di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta (Solo) dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta). Acara ini bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan juga sebuah pagelaran budaya yang sarat makna, menarik ribuan orang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan keagungan tradisi Jawa. Kehadiran Festival Grebeg Maulud menunjukkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal yang telah dipertahankan selama berabad-abad.

Inti dari Festival Grebeg Maulud adalah iring-iringan Gunungan, yaitu tumpeng raksasa yang tersusun dari hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan, dan jajanan pasar. Gunungan ini melambangkan kemakmuran dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan keberkahan. Di Keraton Solo, iring-iringan Gunungan akan diberangkatkan dari halaman Keraton menuju Masjid Agung pada 12 Rabiul Awal tahun Hijriah. Sebuah penelitian dari Pusat Studi Kebudayaan Jawa pada 5 Maret 2025 menyebutkan bahwa prosesi ini melambangkan penyatuan antara umara (pemerintah/keraton) dan ulama (pemuka agama) dalam memimpin masyarakat.

Sebelum puncak acara, serangkaian ritual dan tradisi pendukung juga dilaksanakan. Di Yogyakarta, misalnya, selama tujuh hari sebelum Grebeg Maulud, terdapat Sekaten, sebuah pasar malam tradisional yang dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, permainan rakyat, dan penjualan kuliner khas. Kemudian, ada juga Miyos Gangsa, yaitu ritual pengeluaran dua set gamelan pusaka keraton, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga, yang akan dibunyikan di halaman Masjid Agung. Ini adalah “Metode Efektif” untuk menarik perhatian masyarakat dan mengawali perayaan besar. Ribuan orang akan berebut untuk bisa menyentuh gamelan ini karena dipercaya membawa berkah. Bahkan, menurut laporan keamanan dari pihak kepolisian setempat pada 15 September 2024, persiapan pengamanan untuk Miyos Gangsa selalu melibatkan ratusan personel untuk mengantisipasi antusiasme massa yang sangat besar.

Puncak dari Festival Grebeg Maulud adalah saat Gunungan tiba di masjid dan siap dibagikan. Momen ini selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat yang percaya bahwa mendapatkan bagian dari Gunungan akan membawa keberuntungan dan berkah. Perebutan Gunungan berlangsung sangat meriah, menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Para abdi dalem keraton, dengan pakaian adat lengkap, akan mengawal prosesi ini dengan khidmat. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara keraton dan rakyatnya, serta antara sesama umat. Dengan segala kemegahan dan makna di baliknya, Festival Grebeg Maulud tetap menjadi salah satu perayaan paling sakral dan dinanti di Jawa Tengah.