FAKTA JATENG

Loading

Kuliner: Nasi Gandul: Gurihnya Kuah Santan Khas Pati yang Bikin Nagih.

Kuliner: Nasi Gandul: Gurihnya Kuah Santan Khas Pati yang Bikin Nagih.

Salah satu kekayaan kuliner khas Pati, Jawa Tengah, yang patut dicoba adalah Nasi Gandul. Hidangan ini terkenal dengan kuah santannya yang gurih, kaya rempah, dan disajikan dengan berbagai lauk pauk yang menggugah selera. Konon, nama “Gandul” berasal dari cara penyajiannya yang unik, di mana pedagang membawa dagangannya dengan digantung (gandul) menggunakan pikulan. Hal ini menjadi ciri khas yang membedakan Nasi Gandul dari hidangan nasi kuah lainnya, menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan bagi siapa saja yang mencicipinya.

Biasanya, kuliner khas disajikan di atas piring beralas daun pisang, menambah aroma alami yang harum. Komponen utamanya adalah nasi putih hangat yang disiram dengan kuah santan kental berwarna kecoklatan. Kuah ini terbuat dari perpaduan bumbu rempah pilihan seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, serai, lengkuas, dan daun salam, yang dimasak perlahan bersama santan hingga menghasilkan cita rasa gurih dan sedikit manis yang khas. Lauk pelengkap yang wajib ada adalah potongan daging sapi atau jeroan seperti babat, paru, atau limpa yang dimasak empuk bersama bumbu kuah. Tak jarang, ditambahkan juga tempe goreng, perkedel, atau telur rebus sebagai pilihan.

Popularitas kuliner khas telah melampaui batas Pati, menarik perhatian para pecinta kuliner dari berbagai daerah. Pada tanggal 17 Juni 2024, dalam sebuah acara festival kuliner nusantara yang diadakan di Jakarta, stan kuliner khas asal Pati berhasil menarik antrean panjang pembeli. Bapak Harun Abdullah, seorang pegiat kuliner tradisional, menyatakan bahwa keautentikan rasa dan aroma yang dihasilkan dari proses memasak tradisional menjadi daya tarik utama hidangan ini. Bahkan, beberapa restoran besar di kota-kota lain telah mencoba menyajikan Nasi Gandul dalam menu mereka, namun rasa aslinya tetaplah yang paling dicari.

Kelezatan Nasi Gandul tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada suasana dan cara penyajiannya yang otentik. Pada hari Sabtu, 9 November 2024, seorang peneliti gastronomi dari Universitas Gadjah Mada melakukan studi mendalam mengenai resep tradisional Nasi Gandul di Pati, mencatat setiap detail bumbu dan teknik memasak yang digunakan oleh para penjual legendaris. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan kuliner ini agar tetap lestari. Nasi Gandul bukan sekadar makanan, melainkan representasi dari kekayaan budaya dan cita rasa khas Pati yang patut dibanggakan.