FAKTA JATENG

Loading

Mencicipi Lumpia Semarang: Perpaduan Rasa Manis dan Gurih yang Khas

Mencicipi Lumpia Semarang: Perpaduan Rasa Manis dan Gurih yang Khas

Setiap kota di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing yang unik dan menggoda selera. Di Semarang, ada satu hidangan yang tidak boleh dilewatkan, yaitu lumpia. Bukan sembarang lumpia, tetapi Lumpia Semarang yang terkenal dengan perpaduan rasa manis dan gurihnya yang khas. Mencicipi Lumpia Semarang adalah pengalaman kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa kita pada kisah perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa yang harmonis.

Lumpia Semarang memiliki ciri khas pada isiannya, yaitu rebung (bamboo shoots) yang dimasak dengan udang, ayam, atau telur. Proses memasak rebungnya sangat penting, di mana rebung harus direbus berkali-kali untuk menghilangkan rasa pahit dan bau langu yang tidak sedap, lalu ditumis dengan bumbu-bumbu rahasia hingga matang sempurna. Isian yang lezat ini kemudian dibungkus dengan kulit lumpia yang tipis dan renyah. Lumpia Semarang dapat disajikan dalam dua cara, yaitu digoreng hingga kuning keemasan atau disajikan dalam bentuk basah. Keduanya sama-sama lezat, tergantung selera masing-masing.

Hal lain yang membuat Lumpia Semarang istimewa adalah saus cocolannya. Saus ini dibuat dari campuran air, gula Jawa, dan tepung maizena, yang menghasilkan tekstur kental dan rasa manis legit. Saus ini biasanya juga diberi tambahan cacahan bawang putih dan udang kering, yang semakin memperkaya rasa. Kombinasi antara lumpia yang gurih dan saus yang manis adalah perpaduan yang sempurna dan tidak ditemukan di tempat lain. Tak heran jika banyak orang yang datang ke Semarang khusus untuk mencicipi Lumpia Semarang.

Laporan dari Polsek Semarang Tengah pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, mencatat bahwa salah satu gerai lumpia legendaris di sana mengalami peningkatan pengunjung yang signifikan. Kapolsek Semarang Tengah, AKP. Dwi Cahyono, menyatakan bahwa ramainya pengunjung menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar area tersebut. Ini menunjukkan betapa populernya kuliner ini di kalangan wisatawan maupun penduduk lokal. Selain itu, mencicipi Lumpia Semarang juga akan semakin lengkap jika ditemani dengan acar mentimun dan cabai rawit hijau yang pedas dan segar.

Sejarah Lumpia Semarang sendiri adalah cerminan dari perpaduan budaya yang kaya. Konon, makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang pedagang Tionghoa yang menikah dengan wanita Jawa, dan mereka menggabungkan resep makanan Tionghoa dengan selera lokal, sehingga lahirlah lumpia dengan isian rebung. Kisah ini menjadi bukti bahwa mencicipi Lumpia Semarang bukan hanya tentang makan, tetapi juga tentang merasakan sejarah dan harmoni budaya.