FAKTA JATENG

Loading

Upacara Sekaten dan Tari Bedhaya: Mengintip Kekayaan Budaya Keraton dan Tradisi Jawa

Upacara Sekaten dan Tari Bedhaya: Mengintip Kekayaan Budaya Keraton dan Tradisi Jawa

Jawa Tengah adalah jantung budaya Jawa, tempat tradisi kuno dan nilai-nilai luhur masih lestari hingga kini. Kekayaan ini paling jelas terlihat dalam berbagai upacara adat dan seni pertunjukan yang diwariskan dari keraton. Artikel ini akan mengajak Anda mengintip kekayaan budaya Keraton dan tradisi Jawa, dengan fokus pada Upacara Sekaten yang megah dan keagungan Tari Bedhaya. Memahami makna di balik Upacara Sekaten akan memberikan wawasan mendalam tentang perpaduan agama dan budaya di Jawa.

Upacara Sekaten adalah salah satu perayaan paling penting dan meriah di Jawa Tengah, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta (Solo). Upacara ini diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Nama “Sekaten” sendiri dipercaya berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat), atau bisa juga dari kata sakati (sekati) yang berarti seimbang, atau sakatain yang berarti menyingkirkan dua hal, yaitu sifat fana dan sifat kekal manusia. Upacara ini adalah simbol akulturasi budaya dan agama, di mana syiar Islam disampaikan melalui medium seni dan tradisi yang sudah ada. Puncak Upacara Sekaten adalah arak-arakan Gunungan (replika gunung dari makanan dan hasil bumi) yang dikawal oleh abdi dalem dan prajurit keraton, dari Keraton menuju Masjid Agung. Masyarakat berbondong-bondong berebut isi Gunungan yang diyakini membawa berkah. Menurut catatan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada laporan tahunan 2024, Sekaten adalah salah satu daya tarik budaya utama yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.

Selain arak-arakan, selama perayaan Sekaten juga digelar Malam Sekaten dan Pasar Malam Sekaten. Malam Sekaten dimeriahkan dengan dibunyikannya Gamelan Sekati, perangkat gamelan kuno milik keraton yang hanya dimainkan setahun sekali pada momen ini. Gamelan ini dipercaya memiliki kekuatan magis dan alunan musiknya yang khas mengundang masyarakat untuk datang dan mendengarkannya. Di sisi lain, Pasar Malam Sekaten adalah ajang hiburan rakyat yang berlangsung selama beberapa hari, menawarkan berbagai permainan, jajanan tradisional, dan barang dagangan. Ini adalah ruang di mana tradisi keraton bertemu dengan kehidupan rakyat biasa dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Di samping Upacara Sekaten, keagungan budaya Keraton Jawa juga terpancar dalam seni tari klasik, salah satunya adalah Tari Bedhaya. Tari Bedhaya adalah tarian sakral yang hanya boleh ditarikan oleh penari wanita terpilih dari kalangan keraton atau yang memiliki garis keturunan bangsawan. Tarian ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam, seringkali menggambarkan kisah-kisah epik atau ajaran spiritual. Gerakannya yang sangat halus, lambat, dan penuh simbolisme, membutuhkan konsentrasi tinggi dan latihan bertahun-tahun. Busana yang dikenakan penari pun sangat khas, seringkali berwarna hijau lumut dan dilengkapi dengan aksesoris yang indah.

Setiap gerakan Tari Bedhaya memiliki arti tersendiri, mencerminkan harmoni alam semesta, tata krama Jawa, dan bahkan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Jumlah penari Bedhaya biasanya berjumlah sembilan, melambangkan sembilan arah mata angin atau sembilan lubang dalam tubuh manusia. Tarian ini bukan untuk hiburan semata, melainkan sebuah ritual yang diyakini dapat mendatangkan keberkahan dan menjaga keseimbangan kosmos. Hanya pada acara-acara tertentu atau ritual penting keraton, Tari Bedhaya ini dipertunjukkan. Sebuah artikel dari Journal of Javanese Culture Studies pada Maret 2025 menyebut Tari Bedhaya sebagai salah satu warisan budaya tak benda paling berharga di dunia.

Singkatnya, Upacara Sekaten dan Tari Bedhaya adalah dua dari sekian banyak contoh kekayaan budaya Keraton dan tradisi Jawa yang masih terjaga. Melalui perayaan dan pertunjukan ini, kita dapat menyaksikan betapa dalamnya perpaduan antara spiritualitas, seni, dan sejarah yang telah membentuk identitas Jawa Tengah, menawarkan pengalaman budaya yang tak terlupakan dan penuh makna.